Bayi Tabung: Berikut Beberapa Program yang Bisa Dilakukan untuk Mendapatkan Bayi

Bayi tabung merupakan fertilitasi in vitro atau IVF merupakan alternatif yang digunakan untuk mendapatkan keturunan. Prosedur ini digunakan untuk menangani masalah dan beberapa wanita juga mengalami prosedur ini karena memberikan rasa sakit dan khawatir. IVF dibutuhkan ketika mengalami endometriosis, produksi sperma pada pria memiliki kuantitas rendah, memiliki penyakit keturunan, mengalami gangguan ovulasi dan gangguan pada tuba favolpi yang merasakan kerusakan atau sumbatan pada jalur menuju sel telur, alasan kesuburan yang belum diketahui, masalah pada kekebalan tubuh.

Berikut adalah beberapa program untuk mendapatkan bayi dengan IVF:

  • Dalam infertilitas 40% dari kasus yang sulit untuk memperoleh keturunan dan pria 30% dan disebabkan oleh kedua pasangan dan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan.
  • Adanya IVF dikembangkan untuk dapat membantu wanita dan lebih luas digunakan untuk mengatasi masalah kesuburan.
  • Perawatan IVF dimana ovarium akan di rangsang dengan obat penyubur lalu mendorong produksi dari satu sel telur dalam satu waktu.
  • Keberhasilan IVF tergantung pada beberapa faktor penyebab infertilitas, prosedur dan teknik untuk usia. Kebanyakan memberikan kehamilan 29,4% dari seluruh siklus dan persentase siklus memberikan kelahiran yang hidup sekitar 22,4% atau lebih rendah maupun tinggi dari usia seorang wanita.
  • Wanita dengan usia 35 tahun akan menjalani IVF dengan 39,8% dengan wanita 40 tahun sebesar 11,5%.
  • Efeksi yang diberikan adalah merasakan nyeri maupun memar ringan karena mendapatkan suntikan, mual dan muntah, alergi yang ditandai dengan kulit menjadi merah dan gatal, merasakan keputihan dan nyeri pada payudara.

Salah satu suplemen yang penting dalam IVF adalah follistatin yang dapat membantu maupun memperbesar otot tubuh. Follistatin merupakan jenis protein secara alami akan membentuk otot pada tubuh. Menurun Baylor College of Medicine menunjukkan bahwa follistatin rendah akan membuat embrio tidak dapat berkembang dengan baik. Metode ini digunakan untuk membantu pertumbuhan calon janin dimana zat kimiawi didalamnya akan mempersiapkan rahim menjadi tempat tumbuhnya janin dan digunakan sebagai terapi untuk kesuburan.

Selain IVF terdapat istilah inseminasi buatan dimana digunakan sebagai prosedur untuk air mani dicuci lalu menempatkannya untuk berkonsentrasi dari seluruh sperma. Kateter akan dimasukkan pada rahim menuju rahim tempat penyimpanan sperma. Sperma akan menemukan cara dalam mencapai tuba falopi dalam menentukan telur sebelum nantinya akan dibuahi. Prosedur ini akan dikombinasikan sehingga akan membantu rangsangan pada medis untuk mempersiapkan telur yang telah dilepaskan. Inseminasi buatan untuk pasangan yang memiliki sperma rendah dan digunakan dengan prosedur yang singkat dan tidak memberikan rasa sakit sebagai kehamilan alami.

Berikut adalah penyebab gagalnya IVF diantaranya:

  • Kualitas embrio perlu diperhatikan dimana kualitas untuk sel telur dan sperma optimal sebelum siklus yang menggunakan waktu 90 hari, sebaiknya tidak mengonsumsi alkohol, rokok, sepeda dan mandi air panas yang menyebabkan dampak negatif.
  • Respon ovarium yang tidak baik sehingga membuat tingkat FSH atau rendahnya jumlah antar folikel, dengan cara mirip akan membuat kurangnya vitamin D sehingga mengurangi tingkat kesuburan memberikan perubahan drastis.

Bayi tabungĀ perlu melakukan stimulasi dalam meningkatkan jumlah sel telur dari ovarium. Tahap ini diberikan untuk peningkatan sel telur. Dibutuhkan pematangan oosit dengan suntikan hormon dan jika suntikan terlalu lama akan membuat telur terlalu tua dan tidak dapat berbuah baik. Pengambilan sel telur hingga 36 jam dengan suntikan HCG dan memasuki dalam pembuahan telur selama 12 hingga 24 jam dimana terjadi pembuahan telur dengan sperma.

eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *