Ini Lho Pengertian Insomnia Untuk Kamu yang Sering Mengalaminya

Mungkin kamu sangat sering menemukan kata insomnia ketika sedang berselancar internet atau sosial media. Orang-orang yang sering menyebut diri mereka sedang insomnia biasanya akan diposting pada waktu lebih dari tengah malam. Jadi, sebenarnya apa sih arti dari insomnia?

Menurut hellosehat.com, pengertian insomnia ialah suatu keadaan di mana seseorang kesulitan untuk tidur, tidak dapat tidur dengan nyenyak karena sering terbangun, atau bisa jadi merasakan kedua hal tersebut. Penderita insomnia akan medapatkan waktu tidur yang kurang padahal ia harusnya bisa tidur dengan waktu yang cukup. 

Insomnia akan dianggap memasuki tahap kronis ketika seseorang sudah tidak bisa tidur sama sekali semalaman penuh. Hal tersebut tentu akan mengganggu aktivitas esok harinya, entah itu tubuh menjadi lelah atau pikiran yang tidak akan bisa fokus. Untuk insomnia atau gangguan tidur ini memiliki dua jenis yang berbeda yaitu primer dan sekunder. 

Perbedaan dari jenis primer dan sekunder ini yaitu untuk jenis primer, insomnia terjadi dengan sendirinya, tidak ada penyebab tertentu seperti gangguan media atau yang lainnya. Sedangkan jenis sekunder, ialah insomnia yang menjadi tanda bahwa pengidapnya sedang merasakan masalah medis di dalam tubuhnya.

Pengertian insomnia pun juga dibedakan berdasarkan intensitas waktu yang dialami oleh penderitanya. Ada yang akut dan adapula yang kronis. Sepreti yang sudah dijelaskan bahwa keduanya dibedakan oleh intensitas waktunya, untuk akut jenis insomnia yang hanya terjadi dalam jangka waktu yang terbilang pendek atau sebentar. Maksudnya adalah kamu hanya akan mengalami selama satu malam atau beberapa malam saja bahkan berminggu-minggu. Akan tetapi gejalanya datang tidak setiap hari.

Sementara itu, untuk insomnia kronis tentu saja kebalikan dari akut. Jenis ini akan menyerang seseorang setiap harinya dalam jangka waktu yang lama, atau bisa juga dalam seminggu bisa mengalami 3 kali insomnia. Memang kronis yang sudah parah adalah orang yang mengalami gangguan tidur setiap hari tanpa henti.

Berdasarkan laporan dari WHO atau organisasi kesehatan dari dunia, menuliskan ada sekitar 27 persen pasien mengalami gangguan tidur ini atau insomnia. Dari 27 persen tersebut, kebanyakan perempuan yang mengalami gangguan tidur dibandingkan dengan laki-laki. Alasannya adalah karena lebih gampang untuk merubah kondisi suasana hatinya dan juga lebih sering mengalami depresi atau semacamnya. Perubahan-perubahaan suasana hati itu lah yang membuat perempuan lebih sering mengalami insomnia.

Insomnia memang bisa menyerang siapa saja tidak dipengaruhi oleh usia. Hanya saja, untuk insomnia memang lebih sering terjadi pada orang yang sudah memasuki usia lanjut. Karena pada orang yang sudah lanjut usia, meningkatkan faktor resiko untuk insomnia. Berikut ini faktor resiko yang bisa menyebabkan seseorang mengalami insomnia menurut halodoc.com.

Masalah pada mental, seperti yang sudah dijelaskan di atas tentu saja masalah yang terjadi pada mental akan membuat seseorang kesulitan tidur. Contoh masalah pada mental di antaranya depresi, stres setelah mengalami trauma, dan mengalami gangguan kecemasan.

Pekerjaan dengan shift, sudah tidak asing lagi jika jam kerja saart ini lebih banyak yang menggunakan sistem shift, yaitu perbedaan jam kerja dan jam pulang. Biasanya  suatu pekerjaan menyediakan 2 shitft, yaitu shift pagi sampai sore, dan shift siang sampai malam. Namun ada pula 3 shift yaitu shift pagi, shift siang, serta shift malam dan hal ini akan mengganggu jam biologis pada tubuh.

Jenis kelamin, seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, perempuan memang lebih dominan mengalami insomnia daripada laki-laki.

Usia, semakin usia seseorang meningkat, maka meningkat pula faktor resiko insomnia.

Itulah ulasan mengenai pengertian insomnia bagi kamu yang sering mengeluhkannya. Semoga artikel ini b

eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *